Senin, September 23, 2019

MONITORING KINERJA PEMERINTAH

Tahun 2011,

Katahati Institute bersama sejumlah LSM bersepakat untuk ambil peran dalam mendorong dan melakukan advokasi serta monitoring pembentukan Komisi Informasi Publik di Aceh. Pembahasan dan strategi lajutan terus ditumbuhkembangkan dengan diskusi- diskusi yang mulai masih terus lakukan sebagai upaya mengembangkan jaringan dengan berbagai kompenen lainnya untuk secara bersama-sama akif melakukan advokasi sebagai wujud kongkrit kepedulian masyarakat sipil Aceh untuk menjamin pembangunan Aceh yang berkelanjutan, transparan dan akuntabel.

Berbagai inisiatif terus dilakukan termasuk melakukan sosialisasi, kampanye dan pelatihan kepada jaringan masyarakat sipil Aceh bahkan melakukan monitoring serta rekam jejak terhadap calon anggota komisiener Komisi Informasi Aceh (KIA).

Katahati Institute bersama sejumlah OMS lain bertindak sebagai motor utama dalam KKIP Aceh yang aktif memperjuangkan proses pembentukan Komisi Informasi Aceh dan mendukung gerak Komisi Informasi bersama mitra-mitranya yang tergabung dalam Koalisi Keterbukaan Informasi Publik (KKIP) Aceh. Lewat jaringan inilah kemudian tingkatan advokasi terus dikampanyekan untuk mendesak legislatif untuk segera melakukan fit and proper test guna terbentuknya Komisi Informasi Aceh. Langkah-langkah kongkrit dilakukan dengan melakukan debat publik para kandidat calon komisioner Komisi informasi Aceh hal ini dilakukan untuk melakukan kontrak politik antara OMS dan Legislatif terhadap proses fit and proper test yang transparan dan kredibel serta bebas kepentingan.

Advokasi yang dilakukan oleh Koalisi akhirnya membuahkan hasil dengan telah terbentuknya dan Penetapan Komisioner Komisi Informasi Aceh (KIA) periode 2012-2016. Program ini mendapatkan dukungan pendanaan oleh LOGICA2, dengan durasi waktu sejak Mei-Desember 2011 dengan dukungan pendanaan sebesar Rp. 189.200.000,- (Seratus Delapan Puluh Sembilan Juta Dua Ratus Ribu Rupiah).